Trip to Orphanage with Maneight Photography

/
4 Comments
Orphanage? Apatuh? Hayoooo..

Yak panti asuhan! Gue sama temen2 gue yang tergabung dalam ManEight mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan di daerah Bedugul. Seminggu sebelum hari h, kami mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sekitar rumah, dari keluarga, dan dari teman-teman kami. Setelah mengumpulkan sumbangan yang lumayan banyak, kami bareng-bareng menata ulang dan memasukkan sumbangan ke dalam kardus. Dan sehari sebelum berangkat semua sudah beres. Kami pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat karena perjalanan kami tidak dekat dan menggunakan motor.

Malam harinya, gue dapet kabar dari temen gue kalo pick up yang sudah kami sewa nggak bisa dan harus mencari Pick up lain untuk disewa. Ya mau dimana kan nyari penyewaan pick up malem2? Gue mencoba tanya-tanya ke temen dari komunitas lain dan mencoba browsing. Ada penyewaan, tapi pagi-pagi mana bisa. Akhirnya temen gue bilang kalo udah dapet mobil nya. Setelah tenang, gue menghidupkan alarm di hp gue, dan selamat tidurrrr..

“kring..kring..kring….” bunyi alarm dari hp gue.

Horayyyy, today we go to Orphanage! Gak sabar ketemu adik-adik lucu disana. Gue langsung mandi dan prepare barang apa aja yang harus gue bawa. Bawaan gue gak banyak kok; hp, charger, bedak, lipstick, kaca mata, headset, done. Jujur, gue bukan cewek yang kemana-mana harus bawa make up lengkap. Semuanya selesai dan gue nunggu Bella buat jemput gue.

“Re, dimana? Ayok aku di deket gang.” Kata Bella melalui BBM
“Oke shay, wait ya”
“oki:*”

Akhirnya gue meminta papa gue buat nganterin gue ke Bella. Setelah ketemu Bella, kita berdua langsung berangkat kerumah Okta untuk berkumpul. Disana cuma ada Cece Shella dan Timor bahkan Okta nya sendiri gak tau lagi dimana. Gue dan Bella pergi ke dapur.

“Tante, Refany laper.” kata gue ke mamanya okta
“Makan dulu nih udah beres kok.” jawab tante
“Yuk Bell makan satu piring berdua jak.” Lanjut gue dengan nada semangat ngajak Bella makan
“Juari kali haha yukyuk”

Yeaaayy gue makann! Laper tjoey belum sarapan. Setelah makan, satu persatu batang hidung anak-anak bermunculan. Kami memasukkan barang-barang sumbangan ke mobil Avanza yang sudah di sewa oleh Okta. Di dalam mobil diisi oleh supir, bapaknya Okta dan barang-barang sumbangan. Dan selanjutnya kami menentukan siapa aja yang satu motor. Dan FIX SEMUA. Tapi kok ada yang kurang satu? Siapa yang belum datang? Teka teki. Aelah lebay banget lu Ref. Andik belum datang, tapi katanya udah dijalan. Kami memutuskan untuk menunggu Andik di jalan. Tapi sebelum berangkat, kami harus berdoa supaya longtrip kami lancar. Berdoa dimulai…………

Gue berangkat bareng Ilham, dan gue lupa pasangan temen gue yang lainnya, yang gue inget ya cuman gue sama Ilham. Udah. Tenang, ilham Cuma temen gue kok. Setelah menunggu andik hampir 10 menitan, yak akhirnya kami nemuin Andik. CUSSSSSSSSS BEDUGULLL!!

Perjalanan normal ke Bedugul memakan waktu sekitar 2 setengah jam. Tapi, di jalan kami dapet banyak halangan dari motor Abank ada masalah lah jadi kami harus pelan-pelan jalannya, motor Abank bannya bocor lah untung bocornya deket sama bengkel, dan halangan yang terakhir ada razia. Kami semua gak ada yang punya SIM jadi harus nunggu razia selesai. Untung razianya deket sama bedugul. Akhirnya kami nunggu di warung sambil makan jagung. Nunggu nya lama, lamanya tu kek nunggu kepastian dari kamu tau gak. Eh tapi akhirnya PHP ahahahaha. Cukup Ref jangan curcol mulu-_-

Setelah 30 menitan menunggu, ada orang yang super duper baik (terharu gue) memberi kami jalan supaya bisa cepet sampe ke Bedugul. Jalannya serem tjoey! Sempit terus turunannya sama naiknya tajem banget dan apa diperjalanan hujan mulai turun. Yha gapapa lah kan Adventure.

Finally ! Kami sampe di Bedugul dengan basah kuyup tapi kami gak tau panti asuhannya. Wulan yang notabenenya adalah adiknya Okta, menelpon bapaknya untuk menjemput kami didepan Taman Raya Bedugul. Sambil menunggu jemputan, kami berteduh di bawah tenda. Hujan semakin deras, bapaknya okta keluar dari Taman Raya dan kami mengikuti beliau menuju ke Panti Asuhan.

Sesampainya di Panti, diam di musholah sejenak untuk sholat dan membersihkan diri. Ibu dan Anak-anak panti menyambut kami dengan ramah. Kami bersalaman dengan mereka. Setelah bersalaman, Ibu panti memberikan kata sambutan kepada kami selanjutnya menceritakan awal mula Panti di bangun dan mendoakan agar komunitas kami dapat berkembang. Kami membuka makanan yang sudah di masak oleh Mamanya Okta untuk di bagikan dan dimakan bersama anak Panti.  Selanjutnya, kita foto-foto bersama, membagikan snack untuk anak, dannnn pulaanngggg. Kami berterimakasih kepada ibu panti dan anak-anak panti karena sudah meluangkan waktu mereka untuk memberikan kami banyak pelajaran. Kami pergi ke depan Musholla untuk pulang karena motor kami parkirnya emang didepan Musholla.

Kami gak langsung pulang, kami melanjutkan perjalanan ke Gitgit Waterfall. Perjalan kami masih panjang menuju arah Singaraja. Saat itu pukul 5.20 PM, perjalanan dari Bedugul menuju Gitgit memakan waktu sekitar 30 menit. Jalan yang susah untuk dilewati karena menanjak dan berbelok-belok membuat kami harus pelan-pelan. Akhirnya sampe di Gitgit, YAAAKK WATERFALL BROOHH! Motor kami parkir di atas dan kami harus turun untuk menemukan waterfall nya. Kami melewati rumah penduduk dan kami menemukan satu anak kecil perempuan yang sedang berjualan gelang. Bayangin deh anak yang usianya sekitar 5 Tahun udah bisa jualan, lo gimana? Buang duit kan pinter tanpa tau gmna susahnya nyari duit, jujur tu anak kecil motivator gue banget. Kami membayar tiket masuk kami melanjutkan perjalanan lagi finalllyyy!!!! Nyampe juga. Sayangnya, saat itu air nya gak jernih. Sedih bat gak sih? Jadi gabisa nikmatin keindahan Gitgit. Satu persatu temen gue masuk kedalam dinginnya air disana. Gue aja yang gak nyebur udah kedinginan banget apalagi nyebur kan, gak kebayang deh dinginnya tu kek apa. Setelah puas menikmati pemandangan dan dinginnya air disana, kami pulang pada pukul 06.30.

Diperjalanan menuju parkiran motor, gue iseng bilang ke mantan gue (kebetulan kami satu komunitas juga)

“Balikan yok!” teriak gue ke dia
Tanpa menghiraukan gue, doi melanjutkan jalannya
“Elah, jangan baper, aku cumin bercanda” lanjut gue

Dia tetep gak menghiraukan gue dan dia menambah kecepatan jalannya. Bisa kali ya 2x buah kelapa jatuh dari pohon, nah anak fisika pasti bisa ngitung dan ngebayangin gimana cepatnya dia jalan. Gue dan temen-temen gue tertinggal jauh oleh nya. Tapi kami bisa ngejar dia kok Karena dia takut anjing dan jalannya tiba-tiba lambat. Gatau kenapa disini gue pengen ngakak. Kami pun akhirnya sampai di tempat dimana motor kami di parkirkan.

Lanjuttttt pulaaanggggg.. Diperjalanan sumpah dinginnya bisa bikin beku, gue udah pake 1 sweater dan 1 jaket dinginnya tetep bisa menembus kain setebel itu. Gue tahan dinginnya dan di perjalanan gue berbincang-bincang dengan Ilham. Kasian doi udah nyetirin gue dari Denpasar tapi gue diemin mulu. Gue menikmati pemandangan lampu-lampu yang menurut gue emang pemandangan BAGUS BANGET. JUJUR GUE SUKA PEMANDANGANNYA. Kami mencari pom bensin karena bensin kami udah pada habis, setelah mengisi bensin, kami istirahat sejenak di sebuah warung dan membeli minuman hangat untuk menghangatkan tubuh kami. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Denpasar. Perjalanan gak deket, bisa dibilang jauh (banget) sampe pantat gue pegel dan 2 hari sakit kalo dibuat duduk.

Okta pinjem hp gue buat ngerekam perjalanan kami. Semua orang dia rekam muka gue yang lagi ngampetpun masuk kerekaman tersebut. Karena gue boncengan sama Ilham, Okta menggoda gue dan mengejek gue sama Ilham. Ah resek bat deh ya:(

“Fan, ada telpon” *sambil menyerahkan hp gue* kata okta
“sopo ta?” jawab gue
“gaada namanya”
Gue lihat nomornya dan gue kira itu nomor papa gue.
“halo” sapa gue
“halo” terdengar suara cewek diseberang sana
“mah aku masih dijalan tadi istirahat”
“oh iya”
“mama dimana?”
“dirumah”

Gue udah bilang Mama eh ternyata tante gue yang nelpon, abis gak ada kerjaan banget kan malem-malem nelpon gue, kalo mau ngasih duit mah gue seneng ditelpon tiap hari wkwkw. Jam 9.30 kami sampai di rumah Okta dan istirahat sebentar. Gue meminta Wulan untuk mengantar gue pulang, kebetulan Bella udah pulang duluan karena rumahnya jauh. Wulan mengantar gue sampai dalam rumah dan membantu gue ngomong ke nyokap bokap karena pulang malem. Setelah membantu gue ngomong ke nyokap bokap, Wulan pulang. Gue pergi ke kamar dan istirahat karena capek banget gila. Tumben banget gue bisa jalan sejauh ini sama temen-temen. Dan itu pertama kalinya gue pergi ke panti dan bertemu anak-anak yang LUCU BANGET. Gue dapet banyak banget pelajaran di hari itu. Dan that is gonna be one of the best day of my life!
Nih ada foto-fotonya
Selfie dulu tjoey di perjalanan menuju Bedugul sambil menunggu motor di tambal. 

Refany, Bella, Reno, Ivan

Bersama anak-anak panti

Andik, Bella, Refany, Ilham, Ivan, Ce Shella


Denny, Reno, Bella, Abank Dhio, Ivan, Nicko, Refany, Yuli, Wulan, Ilham



Ini sama Bella dan Anak-anak Panti









You may also like

4 comments:

Powered by Blogger.